Admin
Rabu, 29 Oktober 2025
Pada Selasa malam, 28 Oktober 2025, Desa Watu Gajah, Kecamatan Kesesi, dipenuhi jamaah yang datang untuk mengikuti kegiatan Pekalongan Bershalawat. Acara ini berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh Camat Kesesi beserta jajaran Forkopimcam, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta warga Desa Watu Gajah yang datang dengan penuh antusiasme.
Kegiatan bershalawat ini menjadi momentum spiritual yang menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam satu majelis dzikir dan cinta Rasulullah SAW. Sejak sore hari, warga sudah tampak memadati lokasi acara, membawa semangat kebersamaan dan keimanan.
Rangkaian Acara : Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air.
Kemudian, Kepala Desa Watu Gajah memberikan sambutan hangat yang disusul oleh sambutan Camat Kesesi, yang menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dalam menjaga tradisi keagamaan dan kebersamaan sosial.
Puncak acara ditandai dengan pembacaan shalawat dan dzikir bersama, dipimpin oleh grup hadrah lokal yang diiringi lantunan merdu dan penuh semangat. Ribuan jamaah bershalawat bersama dengan suasana yang haru dan menyejukkan hati.
Makna dan Tujuan Kegiatan.
Kegiatan Pekalongan Bershalawat di Desa Watu Gajah ini bertujuan untuk:
Menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui lantunan shalawat.
Menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah kecamatan, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga.
Menguatkan ukhuwah islamiyah dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Menjadikan shalawat sebagai perekat persatuan dan kedamaian di Desa Watu Gajah.
Selain Camat Kesesi dan jajaran Forkopimcam, hadir pula para ustadz, alim ulama, tokoh pemuda, dan perwakilan organisasi masyarakat. Dalam sambutannya, Camat Kesesi menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius dan rukun.
“Melalui shalawat, kita tidak hanya memuliakan Rasulullah SAW, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta, damai, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar beliau dalam sambutannya.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kesejahteraan masyarakat, dan kemajuan Desa Watu Gajah. Setelah doa, suasana semakin hangat dengan ramah-tamah antarwarga dan tamu undangan.
Kegiatan Pekalongan Bershalawat ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai religius dan kebersamaan tetap tumbuh subur di tengah masyarakat Watu Gajah. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Pekalongan untuk terus menjaga tradisi shalawat dan persaudaraan umat.